pagi itu aku berbicara kepada pagi, pembicaraan yang sangat pendek itu dan di saksikan langsung oleh gerbong-gerbong kereta yang amat kelihatan keserakahannya, keserakahan gerbong kereta itu membuat aku jengkel dengan penjaga palangnya, sekan-akan tiada waktu lagi untuk memberi jalan kepada orang lain, dan aku juga bingung aku atau gerbong inikah yang serakah. saya tidak mau memikirkan itu karena sudah ada pagi yang senyum menyambut kehadiranku. aku langsung berbicara dengan pagi. Aku ; hai pagi !! apa kabar kamu hari ini ? apakah masih belum bisa cerah tanpa sinar yang indah dari mentari pagi. pagi ; hahahhahah kamu sunguh sangat lucu aku tetaplah selalu tersenyum untuk menyambutmu. aku tahu kamu hari ini lagi jengkel ya sama gerbong kereta itu Aku ; koq kamu tahu sih, kamu mengikuti kegiatan aku ya. jangan-jangan kamu juga tahu kalau aku pagi ini ingin menemui seseorang. Pagi ; hahah ya aku pasti tahulah, kan chatingan kamu sama dia ...
menulis dengan bebas