Skip to main content

Bayi bernama himaji (himpunan Mahasiswa Jambi)

Masih ingatkah kalian semua dengan pelajaran sejarah sewaktu di sekolah? SD, SMP, dan SMA/SMK/MA, apapun jurusannya, pastilah kita pernah membaca atau setidaknya pernah mendengar istilah “Sumpah Pemuda”. Sumpah pemuda yang selalu diperingati pada 28 Oktober bermula ketika pemuda Indonesia mulai “sadar” akan pentingnya persatuan. Kesadaran itu muncul atas kondisi, psikologi, dan harapan yang besar untuk bangsa ini. Kemudian berkumpullah pemuda dari Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dan lainnnya untuk merumuskan sebuah konsep Ideologis dengan nama SUMPAH PEMUDA.

Mahbub Djunaidi, pengarang Novel “Dari Hari ke hari”, pernah mengungkapkan bahwa “Setolol-tololnya orang adalah mereka yang tak tahu apa itu sejarah dan sehina-hinanya orang adalah mereka yang memalsukan sejarah.” Mungkin saya sedikit “hina”, tetapi saya berusaha untuk tidak tolol seperti apa yang diungkapkan oleh Mahbub. Sebab akan sangat sakit sekali ketika kita sudah hina, tolol lagi!

Dari sejarah di atas dapat disimpulkan bahwa berawal dari sebuah perkumpulan, perubahan bisa lahir. Atas dasar itulah, nama HIMAJI (Himpunan Masiswa Jambi) bisa muncul ke permukaan sebagai harapan besar bagi provinsi jambi. HIMAJI merupakan komunitas mahasiswa asli provinsi jambi yang berada di jogja atau di luar jogja, baik dalam bentuk ORDA (Organisasi Daerah) ataupun perseorangan yang dapat mewakili kampus seluruh Indonesia.
Saya rasa, ketika dulu awal masuk universitas, tentu kita diberikan kata-kata bualan bahwa kita adalah agen of change, agen of control, sampai pada agen GARAM, dan lain sebagainya. Kita, sebagai pembawa perubahan, tidak harus menunggu semua mahasiswa pintar atau Jambi harus bobrok terlebih dulu, baru berubah. Tidak! Niat yang luhur tidak perlu menunggu terjadinya kerusakan. Harapan besarnya, ke depan, HIMAJI ini mampu menjadi wadah pemersatu aspirasi dan gagasan-gagasan yang bisa membawa perubahan bagi Jambi, baik pemerintahan maupun masyarakatnya.

O yo satu lagi harapan sayo pribadi kepada seluruh mahasiswa jambi-jogja ketika betemu satu samo lain mbok yo saling tegur to yo, kan kito semuo sedulur dari jambi. setidaknyo kito berusaha mengamalkan hadist nabi tentang persaudaraan dan silaturhmi dan berusaho melestarikan budayo kito orang melayu yang silaturahminyo sangat kental.
             
            Rame negeri dek nan mudo
            Elok negeri dek nan tuo

              salam jambi jayo !!!!!
              salam perubahan !!!!
              salam perlawanan !!!

Comments

Popular posts from this blog

"kita"

kita adalah orang-orang yang sedang berjalan berjalan di dalam barisan yang rapi kamu di barisan terdepan , aku di tengah , dan adik-adik kita di belakang kita sedang berjalan untuk membangunkan kemalasan di pojok-pojok perkotaan kita berangkat dari kegelisahan kita bersama mulai dari ngelawak di warung kopi sampai bertengkar di forum diskusi di sunyi malam ini aku sampaikan kepada kalian bahwa perjalanan panjang kita akan segera di mulai kita akan menempuh terangnya siang dan pekatnya kegelapan malam dengan sebatang lilin ini kita akan menempuh gelapnya malam dan lilin inilah yang akan menjadi sumber penunjuk kita teman hari sudah hampir pagi lilin sudah habis terbakar dan mata ku mulai perih mari kita yakinkan hati kita bahwa perjalanan ini adalah perjalanan yang suci jogjakarta, 29 mei 2017 02:49 wib paii_bento

HIMAJI BE-LACAK

beberapa minggu yang lalu tepatnya pada tanggal 15-16 april 2017 himpunan mahasiswa jambi (himaji) uin su-ka yogyakarta melaksanan malam keakraban (makrab) dengan mengangkat tema HIMAJI BE-LACAK , ada apa di balik tema yang diangkat oleh himaji uin suka ini ? , setelah di telusuri ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan himaji uin su-ka mengangkat tema ini, yaitu dengan alasan bahwa saat ini lacak sendiri sedang buming-buming nya di kalangan kaum pemuda provinsi jambi dan juga himaji uin su-ka ingin memperkenalkan identitas budaya pemuda provinsi jambi di tanah jawa (yogyakarta), selain itu angota himaji uin su-ka juga lagi ngidam2nya sama lacak di karenakan tidak dapat memakai lacak secara langsung karena keterbatasan jaringan untuk ke provinsi jambi itu sendiri , setelah di rapatkan oleh semua jajaran yang ada di himaji maka di angkatlah tema makrabnya HIMAJI BE-LACAK guna untuk mengurangi rasa keinginan yang tak terbendung untuk memakai lacak. "angota himaji memang sengaj...