Skip to main content

Posts

Ngobrol Islam Di Warkop

Salah satu tempat paling favorit Mahasiswa Yogyakarta untuk mengobrolkan suatu permasalahan adalah warung kopi, kenapa seperti itu? Jawabannya ada pada orang yang sering ke warung kopi, penulis tidak bisa menjawab karena punulis hanya sekali dalam satu hari berkunjung ke warung kopi.  itupun niatnya hanya untuk mendapatkan wifi gratis dan melihat pesona akan kenindahan sang kasir warung kopi, (jika kasirnya perempuan ya) wkwkwk. Di karenakan unsur yang terdapat pada judul di atas tidak hanya warung kopi maka penulis juga harus memaksakan diri untuk menulis tentang keislaman, wah sangar ini seperti nya jika sudah berani menulis yang bersingungan dengan agama, tetapi jangan laporkan dulu penulis kepada penegak hukum karena tulisan ini tidak akan  ada unsur-unsur penistaan agama. Heheheh. Sebelum memasuki kepada inti sarinya ada baiknya dimulai dengan basmalah, karena sebaik-baiknya memulai itu adalah memulai dengan bismillah.  Bismillahirrahmanirrahim... Mari kit...
Recent posts

Organisasi Semu

Semua Kalangan Mahasiswa hari ini Mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata-kata. "Proses Tidak Akan Mengkhianati Hasil" Daerah Istimewa Yogyakarta Adalah Pusat Perkumpulan Para Pelajar, Mulai Dari Pelajar SMA sampai yang paling tinggi yaitu Mahasiswa, akan tetapi kali ini kita tidak akan membahas Berapa Banyak jumlah pelajar SMA maupun jumlah Mahasiswa yang berada di Yogyakarta akan tetapi ada hal yang lebih lucu yang ingin penulis sampaikan, berangkat dari kata-kata yang di sampaikan diatas tadi penulis ingin sekali mengajak semua Umat yang membaca tulisan ini nantinya untuk beriangembira dan tertawa bersama, mengutip dari Qoute yang pernah di ucapkan Oleh Aldo, Kira-kira Maksudnya  seperti ini "Kegembiraanmu itu terlihat dari Kerasnya suara tertawamu" Maka Dari itu Tertawalah Sekeras-kerasnya Setelah Membaca tulisan Ini nanti, Maka penulisan Akan Merasa Bahagia. Hahahahahaha!!! Sepertinya jika penulis sampaikan dengan gaya tulisan seperti ini, maka umat pem...

pagi itu, aku dan palang kereta

pagi itu aku berbicara kepada pagi, pembicaraan yang sangat pendek itu dan di saksikan langsung oleh gerbong-gerbong kereta yang amat kelihatan keserakahannya, keserakahan gerbong kereta itu membuat aku jengkel dengan penjaga palangnya, sekan-akan tiada waktu lagi untuk memberi jalan kepada orang lain, dan aku juga bingung aku atau gerbong inikah yang serakah. saya tidak mau memikirkan itu karena sudah ada pagi yang senyum menyambut kehadiranku. aku langsung berbicara dengan pagi. Aku ; hai pagi !! apa kabar kamu hari ini ? apakah masih belum bisa cerah  tanpa sinar yang indah dari mentari pagi. pagi ; hahahhahah kamu sunguh sangat lucu aku tetaplah selalu tersenyum untuk menyambutmu. aku tahu kamu hari ini lagi jengkel ya sama gerbong kereta itu Aku ; koq kamu tahu sih, kamu mengikuti kegiatan aku ya. jangan-jangan kamu juga tahu kalau aku pagi ini ingin  menemui seseorang. Pagi ; hahah ya aku pasti tahulah, kan chatingan kamu  sama dia ...

Bungkam apatisme mahasiswa

"berikan aku sepuluh pemuda maka akan ku goncangan dunia tapi berikan aku100 orang tua maka akan aku cabut gunung Semeru dan akar-akarnya" Soekarno Saya rasa ini ungkapan sang proklamator yang sangat tepat untuk menjadi pembuka tulisan ini,  pada zaman yang serba elektronik ini generasi muda Indonesia di manjakan dengan berbagai macam gandjet ada yang gedjet versi positif dan ada versi negatif hal demikian tidak dapat kita hindarkan lagi karena negara kita sudah menerima pasar bebas jadi memang bebas semuanya serba bebas. Generasi elektronik ini tidak hanya merasuki pola pemikiran orang dewasa akan tetapi juga mempengaruhi terhadap anak-anak yang seharusnya belum layak untuk mengenal itu. Pemuda hari ini adalah pemimpin yang akan datang bagaimana mau menjadi seorang pemimpin jika kita hari ini tidak mau mengerti akan keadaan lingkungan sekitar kita, bahkan banyak generasi muda Indonesia hari ini yang tidak ingin tau (apatis) akan keadaan lingkungan sekitarnya, ruang-ruang...

Bayi bernama himaji (himpunan Mahasiswa Jambi)

Masih ingatkah kalian semua dengan pelajaran sejarah sewaktu di sekolah? SD, SMP, dan SMA/SMK/MA, apapun jurusannya, pastilah kita pernah membaca atau setidaknya pernah mendengar istilah “Sumpah Pemuda”. Sumpah pemuda yang selalu diperingati pada 28 Oktober bermula ketika pemuda Indonesia mulai “sadar” akan pentingnya persatuan. Kesadaran itu muncul atas kondisi, psikologi, dan harapan yang besar untuk bangsa ini. Kemudian berkumpullah pemuda dari Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dan lainnnya untuk merumuskan sebuah konsep Ideologis dengan nama SUMPAH PEMUDA. Mahbub Djunaidi, pengarang Novel “Dari Hari ke hari”, pernah mengungkapkan bahwa “Setolol-tololnya orang adalah mereka yang tak tahu apa itu sejarah dan sehina-hinanya orang adalah mereka yang memalsukan sejarah.” Mungkin saya sedikit “hina”, tetapi saya berusaha untuk tidak tolol seperti apa yang diungkapkan ole...

surat cinta untuk orang tua

Bersama surat ini kami sampaikan bahwa, Ujian anak Anda telah selesai. Saya tahu Anda cemas dan berharap anak Anda berhasil dalam ujiannya. Tapi, mohon diingat, di tengah-tengah para pelajar yang menjalani ujian itu, ada calon seniman, yang tidak perlu mengerti Matematika. Ada calon pengusaha, yang tidak butuh pelajaran Sejarah atau Sastra. Ada calon musisi, yang nilai Kimia-nya tidak berarti. Ada calon olahragawan, yang lebih mementingkan fisik daripada fisika... di sekolah. Ada calon photografer yang lebih berkarakter dengan sudut pandang art berbeda yang tentunya ilmunya bukan dari sekolah ini. Sekiranya anak Anda lulus jadi yang teratas, hebat! Tapi bila tidak, mohon jangan rampas rasa percaya diri dan harga diri mereka. Katakan saja: "tidak apa-apa, itu hanya sekedar ujian." Anak-anak itu diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar lagi dalam hidup ini. Katakan pada mereka, tidak penting berapapun nilai ujian mereka, Anda mencintai mereka dan tak akan menghakimi mereka...

"kita"

kita adalah orang-orang yang sedang berjalan berjalan di dalam barisan yang rapi kamu di barisan terdepan , aku di tengah , dan adik-adik kita di belakang kita sedang berjalan untuk membangunkan kemalasan di pojok-pojok perkotaan kita berangkat dari kegelisahan kita bersama mulai dari ngelawak di warung kopi sampai bertengkar di forum diskusi di sunyi malam ini aku sampaikan kepada kalian bahwa perjalanan panjang kita akan segera di mulai kita akan menempuh terangnya siang dan pekatnya kegelapan malam dengan sebatang lilin ini kita akan menempuh gelapnya malam dan lilin inilah yang akan menjadi sumber penunjuk kita teman hari sudah hampir pagi lilin sudah habis terbakar dan mata ku mulai perih mari kita yakinkan hati kita bahwa perjalanan ini adalah perjalanan yang suci jogjakarta, 29 mei 2017 02:49 wib paii_bento