Skip to main content

Organisasi Semu

Semua Kalangan Mahasiswa hari ini Mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata-kata. "Proses Tidak Akan Mengkhianati Hasil" Daerah Istimewa Yogyakarta Adalah Pusat Perkumpulan Para Pelajar, Mulai Dari Pelajar SMA sampai yang paling tinggi yaitu Mahasiswa, akan tetapi kali ini kita tidak akan membahas Berapa Banyak jumlah pelajar SMA maupun jumlah Mahasiswa yang berada di Yogyakarta akan tetapi ada hal yang lebih lucu yang ingin penulis sampaikan, berangkat dari kata-kata yang di sampaikan diatas tadi penulis ingin sekali mengajak semua Umat yang membaca tulisan ini nantinya untuk beriangembira dan tertawa bersama, mengutip dari Qoute yang pernah di ucapkan Oleh Aldo, Kira-kira Maksudnya  seperti ini "Kegembiraanmu itu terlihat dari Kerasnya suara tertawamu" Maka Dari itu Tertawalah Sekeras-kerasnya Setelah Membaca tulisan Ini nanti, Maka penulisan Akan Merasa Bahagia. Hahahahahaha!!!
Sepertinya jika penulis sampaikan dengan gaya tulisan seperti ini, maka umat pembaca nantinya tidak akan  tertawa keras seperti yang di harapkan, oleh karena itu penulis ingin sampaikan inti sari dari ORGANISASI SEMU ini dengan gaya candaan ala sufi. Yuhuuu Mari kita acsion wkwkwk (agar dapat lucunya).
Suatu hari, Rambo meletakkan 
beberapa ekor ayam jantan miliknya ke 
dalam sebuah sangkar besar. Dia lalu mem-
bawanya dari satu kota ke kota lainnya untuk dijual. 
Di tengah jalan, dia merasa sangat berat 
membawa kurungan itu. Dia lalu berkata pada dirinya sendiri bahwa binatang-binatang itu akan

segera mati, karena satu sama lain saling berhimpitan dan kepanasan. Tak ada jalan lain kecuali melepaskan semuanya, agar mereka dapat hidup bebas sesuai dengan keinginannya. Rambo membuka pintu sangkar itu. Satu persatu ayam Rambo keluar dan terbang berhamburan. Rambo mengambil tongkatnya lalu pergi. Namun, tiba-tiba dijumpainya seekor ayam yang sedang terdiam. 
Rambo mengusirnya dan berkata padanya, 
"Sialan! Semoga kamu cepat mati. Kamu dapat membedakan waktu subuh dan waktu tengah malam, namun mengapa kamu tidak tahu jalan siang-siang begini."
Nah!!k begitulah kira-kira ceritanya, jika pembaca saat ini masih bingung hubungan cerita ini dengan Organisasi semu Berarti kita sama. Wkwkwkwk




8 Agustus 2019 
Ruangan Gelap

Comments

Popular posts from this blog

Bayi bernama himaji (himpunan Mahasiswa Jambi)

Masih ingatkah kalian semua dengan pelajaran sejarah sewaktu di sekolah? SD, SMP, dan SMA/SMK/MA, apapun jurusannya, pastilah kita pernah membaca atau setidaknya pernah mendengar istilah “Sumpah Pemuda”. Sumpah pemuda yang selalu diperingati pada 28 Oktober bermula ketika pemuda Indonesia mulai “sadar” akan pentingnya persatuan. Kesadaran itu muncul atas kondisi, psikologi, dan harapan yang besar untuk bangsa ini. Kemudian berkumpullah pemuda dari Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dan lainnnya untuk merumuskan sebuah konsep Ideologis dengan nama SUMPAH PEMUDA. Mahbub Djunaidi, pengarang Novel “Dari Hari ke hari”, pernah mengungkapkan bahwa “Setolol-tololnya orang adalah mereka yang tak tahu apa itu sejarah dan sehina-hinanya orang adalah mereka yang memalsukan sejarah.” Mungkin saya sedikit “hina”, tetapi saya berusaha untuk tidak tolol seperti apa yang diungkapkan ole...

"kita"

kita adalah orang-orang yang sedang berjalan berjalan di dalam barisan yang rapi kamu di barisan terdepan , aku di tengah , dan adik-adik kita di belakang kita sedang berjalan untuk membangunkan kemalasan di pojok-pojok perkotaan kita berangkat dari kegelisahan kita bersama mulai dari ngelawak di warung kopi sampai bertengkar di forum diskusi di sunyi malam ini aku sampaikan kepada kalian bahwa perjalanan panjang kita akan segera di mulai kita akan menempuh terangnya siang dan pekatnya kegelapan malam dengan sebatang lilin ini kita akan menempuh gelapnya malam dan lilin inilah yang akan menjadi sumber penunjuk kita teman hari sudah hampir pagi lilin sudah habis terbakar dan mata ku mulai perih mari kita yakinkan hati kita bahwa perjalanan ini adalah perjalanan yang suci jogjakarta, 29 mei 2017 02:49 wib paii_bento

HIMAJI BE-LACAK

beberapa minggu yang lalu tepatnya pada tanggal 15-16 april 2017 himpunan mahasiswa jambi (himaji) uin su-ka yogyakarta melaksanan malam keakraban (makrab) dengan mengangkat tema HIMAJI BE-LACAK , ada apa di balik tema yang diangkat oleh himaji uin suka ini ? , setelah di telusuri ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan himaji uin su-ka mengangkat tema ini, yaitu dengan alasan bahwa saat ini lacak sendiri sedang buming-buming nya di kalangan kaum pemuda provinsi jambi dan juga himaji uin su-ka ingin memperkenalkan identitas budaya pemuda provinsi jambi di tanah jawa (yogyakarta), selain itu angota himaji uin su-ka juga lagi ngidam2nya sama lacak di karenakan tidak dapat memakai lacak secara langsung karena keterbatasan jaringan untuk ke provinsi jambi itu sendiri , setelah di rapatkan oleh semua jajaran yang ada di himaji maka di angkatlah tema makrabnya HIMAJI BE-LACAK guna untuk mengurangi rasa keinginan yang tak terbendung untuk memakai lacak. "angota himaji memang sengaj...