Salah satu tempat paling favorit Mahasiswa Yogyakarta untuk mengobrolkan suatu permasalahan adalah warung kopi, kenapa seperti itu? Jawabannya ada pada orang yang sering ke warung kopi, penulis tidak bisa menjawab karena punulis hanya sekali dalam satu hari berkunjung ke warung kopi. itupun niatnya hanya untuk mendapatkan wifi gratis dan melihat pesona akan kenindahan sang kasir warung kopi, (jika kasirnya perempuan ya) wkwkwk.
Di karenakan unsur yang terdapat pada judul di atas tidak hanya warung kopi maka penulis juga harus memaksakan diri untuk menulis tentang keislaman, wah sangar ini seperti nya jika sudah berani menulis yang bersingungan dengan agama, tetapi jangan laporkan dulu penulis kepada penegak hukum karena tulisan ini tidak akan ada unsur-unsur penistaan agama. Heheheh.
Sebelum memasuki kepada inti sarinya ada baiknya dimulai dengan basmalah, karena sebaik-baiknya memulai itu adalah memulai dengan bismillah.
Bismillahirrahmanirrahim...
Mari kita awali dengan sedikit percakapan antara seorang yang santri part time dan seorang muallaf (katanya).
Muallaf : "kenapa Bulan dan bintang lebih identik dengan agama islam?".
( Santri mulai sok berfikir, padahal yang ia fikirkan adalah cerita yang ngawur. Hahah)
Santri : " jadi begini, orang islam itukan sukanya dengan yang satu pandangan, maka dari itu bulan dan bintang di jadikan sebagai simbol dari umat islam karena bulan dan bintang walaupun di lihat darimana pun bentuknya tetap sama, Bintang di arab juga sama bentuknya dengan bintang di Indonesia begitu pula dengan bulan.
(Muallaf mulai berfikir, dengan raut wajah yang menujukan ketidak sepahaman atas jawaban yang di berikan oleh santri tadi).
Ternyata santri ini juga menyadari bahwa mualaf itu tidak puas akan jawabannya, oleh karena itu santri segera melihat handponenya dan langsung melaporkan pertanyaan tadi kepada ustadz google, setelah mendengar laporan dari santrinya tadi ustadz google pun langsung memberikan sebuah kitab. Kitab itu berjudul Kompasiana, di dalam Kompasiana ini di jelaskan alasan kenapa bulan dan bintang identik dengan agama Islam.
Penjelasan nya seperti ini :
asal muasal lambang bulan bintang berasal dari lambang khilafah Islamiyah terakhir yang dimiliki umat Islam, yaitu Khilafah Turki Utsmani.Khilafah ini adalah warisan terakhir kejayaan umat Islam. Memiliki luas wilayah yang membentang dari ujung barat sampai ujung timur dunia. Wilayahnya mencakup tiga benua besar dunia, Afrika-Eropa dan Asia. Ibukotanya adalah kota yang sejak 1400 tahun yang lalu telah dijanjikan oleh Rasulullah SAW sebagai kota yang akan jatuh ke tangan umat Islam.
Saat itu bulan sabit digunakan untuk melambangkan posisi tiga benua itu. Ujung yang satu menunjukkan benua Asia yang ada di Timur, ujung lainnya mewakili Afrika yang ada di bagian lain dan di tengahnya adalah Benua Eropa. Sedangkan lambang bintang menunjukkan posisi ibu kota yang kemudian diberi nama Istambul yang bermakna: Kota Islam.
Wallahu a'lam bissowaf

Comments
Post a Comment