Skip to main content

menuju pelantikan pengurus himaji

beberapa waktu yang lalu lembaga adat , dpo dan bph telah melakukan upgrading panitia pelantikan pengurus himaji. dengan sistem melakukan musyawarah antara lembaga adat , dpo , bph dan angota dalam hal ini semua jajaran himaji sepakat akan melaksanakan pelantikan pada tanggal 13 mei 2017 yang insya allah akan bertempatan di balai rk sapen dan kegiatan pelantikan ini akan melibatkan semua ikpm maupun komunitas yang berada di bawah naungan kpj (keluarga pelajar jambi). kegiatan pelantikan pengurus himaji periode 2017-2018 ini bertemakan Meningkatkan profesionalitas guna mewujudkan himaji yang progresif, inovatif dan inspiratif tema ini diajukan oleh salah satu angota himaji (ayuk bella) melalui sistem vooting dan forum sepakat tema ini lah yang pas dengan keadaan himaji saat ini . "semua jajaran telah sepakat untuk mengadakan pelantikan dan insya allah secepat mungkin kami akan menyebar luas berita ini dan akan segera mengeluarkan surat undangan untuk ikpm dan komunitas jam yang berada di jogja" rena sapta (sekjend himaji). dan untuk menindak lanjuti rapat yang telah berlangsung tadi sore panitia , dpo, dan bph akan melaksanakan rapat lanjutan yang bertrmpatan di nemo coffee pada pukul 20:00 sampai dengan selesai.



ruangan gelap , 05 mei 2017
sumber, himaji update

Comments

Popular posts from this blog

Bayi bernama himaji (himpunan Mahasiswa Jambi)

Masih ingatkah kalian semua dengan pelajaran sejarah sewaktu di sekolah? SD, SMP, dan SMA/SMK/MA, apapun jurusannya, pastilah kita pernah membaca atau setidaknya pernah mendengar istilah “Sumpah Pemuda”. Sumpah pemuda yang selalu diperingati pada 28 Oktober bermula ketika pemuda Indonesia mulai “sadar” akan pentingnya persatuan. Kesadaran itu muncul atas kondisi, psikologi, dan harapan yang besar untuk bangsa ini. Kemudian berkumpullah pemuda dari Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dan lainnnya untuk merumuskan sebuah konsep Ideologis dengan nama SUMPAH PEMUDA. Mahbub Djunaidi, pengarang Novel “Dari Hari ke hari”, pernah mengungkapkan bahwa “Setolol-tololnya orang adalah mereka yang tak tahu apa itu sejarah dan sehina-hinanya orang adalah mereka yang memalsukan sejarah.” Mungkin saya sedikit “hina”, tetapi saya berusaha untuk tidak tolol seperti apa yang diungkapkan ole...

"kita"

kita adalah orang-orang yang sedang berjalan berjalan di dalam barisan yang rapi kamu di barisan terdepan , aku di tengah , dan adik-adik kita di belakang kita sedang berjalan untuk membangunkan kemalasan di pojok-pojok perkotaan kita berangkat dari kegelisahan kita bersama mulai dari ngelawak di warung kopi sampai bertengkar di forum diskusi di sunyi malam ini aku sampaikan kepada kalian bahwa perjalanan panjang kita akan segera di mulai kita akan menempuh terangnya siang dan pekatnya kegelapan malam dengan sebatang lilin ini kita akan menempuh gelapnya malam dan lilin inilah yang akan menjadi sumber penunjuk kita teman hari sudah hampir pagi lilin sudah habis terbakar dan mata ku mulai perih mari kita yakinkan hati kita bahwa perjalanan ini adalah perjalanan yang suci jogjakarta, 29 mei 2017 02:49 wib paii_bento

HIMAJI BE-LACAK

beberapa minggu yang lalu tepatnya pada tanggal 15-16 april 2017 himpunan mahasiswa jambi (himaji) uin su-ka yogyakarta melaksanan malam keakraban (makrab) dengan mengangkat tema HIMAJI BE-LACAK , ada apa di balik tema yang diangkat oleh himaji uin suka ini ? , setelah di telusuri ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan himaji uin su-ka mengangkat tema ini, yaitu dengan alasan bahwa saat ini lacak sendiri sedang buming-buming nya di kalangan kaum pemuda provinsi jambi dan juga himaji uin su-ka ingin memperkenalkan identitas budaya pemuda provinsi jambi di tanah jawa (yogyakarta), selain itu angota himaji uin su-ka juga lagi ngidam2nya sama lacak di karenakan tidak dapat memakai lacak secara langsung karena keterbatasan jaringan untuk ke provinsi jambi itu sendiri , setelah di rapatkan oleh semua jajaran yang ada di himaji maka di angkatlah tema makrabnya HIMAJI BE-LACAK guna untuk mengurangi rasa keinginan yang tak terbendung untuk memakai lacak. "angota himaji memang sengaj...