Skip to main content

Selembar Surat Kecil untuk KPJ

keluarga pelajar jambi yogyakarta (kpj) adalah salah satu organisasi yang mewadahi mahasiswa jambi yang sedang menempuh pendidikan di jogjakarta, sebagai organisasi kedaerahan kpj seharusnya peka terhadap keadaan daerahnya saat ini, akan tetapi keadaan saat ini angota kpj hanya terdiam di dalam zona aman individu masing-masing (apatis). banyak dari angota kpj tidak mengetahui tentang pengunduran diri ketua kpj saat ini dan tidak sedikit pula dpo kpj yang tidak mengerti tentang ad (anggaran dasar ) dan art (angaran rumah tangga) kpj. angota kpj hanya peka ketika ada permasalahan uang contohnya bebrapa tahun yang lalu ketika ada kehilangan uang kas kpj semua angota langsung serentak bergerak menurunkan ketua kpj periode itu akan tetapi ketika membicarakan soal kepedulian organisasi daerah satu pun tidak ada yang peka terhadap daerahnya sendiri contohnya saat ini ketika ketua kpj ingin mengundurkan diri dengan alasan lagi sibuk dengan kepentingan pribadinya semua angota hanya terdiam dan hanya menyaksikan dari jauh tidak ada satu orang pun yang ingin menyelesaikan permasalahan ini termasuk dpo (dewan penasehat organisasi) kpj, dpo yang seharus besifat netral dan mengatur keamanan berjalannya organisasi malah memperkeruh keadaan organisasi apakah ini yang di namakan penasehatkan organisasi , wahai pemuda yang tunduk pada kezhaliman cepatlah engkau sadar dan segeralah engkau kembalikan kpj ini kepada tujuan awalnya, wahai orang-orang yang berkewajiban atas hal ini tolong permasalahan ini segera di selesaikan, jangan biarkan angota kpj diam dalam kebodohan.

ruangan gelap , 07 mei 2017
sumber, ruangan gelap news

Comments

Popular posts from this blog

Bayi bernama himaji (himpunan Mahasiswa Jambi)

Masih ingatkah kalian semua dengan pelajaran sejarah sewaktu di sekolah? SD, SMP, dan SMA/SMK/MA, apapun jurusannya, pastilah kita pernah membaca atau setidaknya pernah mendengar istilah “Sumpah Pemuda”. Sumpah pemuda yang selalu diperingati pada 28 Oktober bermula ketika pemuda Indonesia mulai “sadar” akan pentingnya persatuan. Kesadaran itu muncul atas kondisi, psikologi, dan harapan yang besar untuk bangsa ini. Kemudian berkumpullah pemuda dari Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dan lainnnya untuk merumuskan sebuah konsep Ideologis dengan nama SUMPAH PEMUDA. Mahbub Djunaidi, pengarang Novel “Dari Hari ke hari”, pernah mengungkapkan bahwa “Setolol-tololnya orang adalah mereka yang tak tahu apa itu sejarah dan sehina-hinanya orang adalah mereka yang memalsukan sejarah.” Mungkin saya sedikit “hina”, tetapi saya berusaha untuk tidak tolol seperti apa yang diungkapkan ole...

"kita"

kita adalah orang-orang yang sedang berjalan berjalan di dalam barisan yang rapi kamu di barisan terdepan , aku di tengah , dan adik-adik kita di belakang kita sedang berjalan untuk membangunkan kemalasan di pojok-pojok perkotaan kita berangkat dari kegelisahan kita bersama mulai dari ngelawak di warung kopi sampai bertengkar di forum diskusi di sunyi malam ini aku sampaikan kepada kalian bahwa perjalanan panjang kita akan segera di mulai kita akan menempuh terangnya siang dan pekatnya kegelapan malam dengan sebatang lilin ini kita akan menempuh gelapnya malam dan lilin inilah yang akan menjadi sumber penunjuk kita teman hari sudah hampir pagi lilin sudah habis terbakar dan mata ku mulai perih mari kita yakinkan hati kita bahwa perjalanan ini adalah perjalanan yang suci jogjakarta, 29 mei 2017 02:49 wib paii_bento

HIMAJI BE-LACAK

beberapa minggu yang lalu tepatnya pada tanggal 15-16 april 2017 himpunan mahasiswa jambi (himaji) uin su-ka yogyakarta melaksanan malam keakraban (makrab) dengan mengangkat tema HIMAJI BE-LACAK , ada apa di balik tema yang diangkat oleh himaji uin suka ini ? , setelah di telusuri ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan himaji uin su-ka mengangkat tema ini, yaitu dengan alasan bahwa saat ini lacak sendiri sedang buming-buming nya di kalangan kaum pemuda provinsi jambi dan juga himaji uin su-ka ingin memperkenalkan identitas budaya pemuda provinsi jambi di tanah jawa (yogyakarta), selain itu angota himaji uin su-ka juga lagi ngidam2nya sama lacak di karenakan tidak dapat memakai lacak secara langsung karena keterbatasan jaringan untuk ke provinsi jambi itu sendiri , setelah di rapatkan oleh semua jajaran yang ada di himaji maka di angkatlah tema makrabnya HIMAJI BE-LACAK guna untuk mengurangi rasa keinginan yang tak terbendung untuk memakai lacak. "angota himaji memang sengaj...