Skip to main content

pagi itu, aku dan palang kereta

pagi itu aku berbicara kepada pagi, pembicaraan yang sangat pendek itu dan di saksikan langsung oleh gerbong-gerbong kereta yang amat kelihatan keserakahannya, keserakahan gerbong kereta itu membuat aku jengkel dengan penjaga palangnya, sekan-akan tiada waktu lagi untuk memberi jalan kepada orang lain, dan aku juga bingung aku atau gerbong inikah yang serakah. saya tidak mau memikirkan itu karena sudah ada pagi yang senyum menyambut kehadiranku. aku langsung berbicara dengan pagi.
Aku ; hai pagi !!
apa kabar kamu hari ini ?
apakah masih belum bisa cerah 
tanpa sinar yang indah dari mentari pagi.
pagi ; hahahhahah kamu sunguh sangat lucu
aku tetaplah selalu tersenyum untuk menyambutmu.
aku tahu kamu hari ini lagi jengkel ya sama gerbong kereta itu
Aku ; koq kamu tahu sih, kamu mengikuti kegiatan aku ya.
jangan-jangan kamu juga tahu kalau aku pagi ini ingin 
menemui seseorang.
Pagi ; hahah ya aku pasti tahulah, kan chatingan kamu 
sama dia aku shadap (bukan mie ya).
Aku ; kamu pagi yang tidak pantas untuk hari ini.
Pagi ; kenapa ?
Aku ; karena kamu telah membuat aku was-was
Seakan-akan kau lah pengawasku sekarang bukan lagi tuhan.
Pagi ; kenapa kamu bisa berfikiran begitu?
Padahal aku mempunyai niat baik untk membuat kamu bahagia pagi ini
Aku ; bohong, kamu hanya seorang hacker yang hanya bisa
Menyadap handphone orang. Niat baik anda buat apa?
Pagi ; manusia koq baperan ? hahahahahah
Aku ; bukan urusan mu, sudah aku tidak butuh lagi pagi darimu.
Pagi ; baiklah aku akan pergi, tetapi sebelum aku pergi aku ingin
Menyampaikan sesuatu kepada mu, palang kereta ini kami tutup
Karena sudah ada kesepakatan antara aku dan kereta.
Aku ; kenapa begitu ?
Pagi ; aku dan kereta sudah di pesani oleh ibumu
Agar kami menghalangi perjalananmu karena ibumu
Tidak ada temannya kepasar untuk membeli sayur.
Aku ; hahahah kampret lo kan aku ini pergi, juga mau menemani ibu
Belanja kepasar.
Pagi ; ibu siapa ?
Aku ; ibu cinta heheheehheeehheehh

          Begitulah kira-kira percakapanku dengan pagi hari ini, mungkin akan ada percakapan-percakapan selanjutnya, untuk mengetahui itu jangan lupa subcribe ya (anak jaman now). Hahhaahhahahahh






tamat

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bayi bernama himaji (himpunan Mahasiswa Jambi)

Masih ingatkah kalian semua dengan pelajaran sejarah sewaktu di sekolah? SD, SMP, dan SMA/SMK/MA, apapun jurusannya, pastilah kita pernah membaca atau setidaknya pernah mendengar istilah “Sumpah Pemuda”. Sumpah pemuda yang selalu diperingati pada 28 Oktober bermula ketika pemuda Indonesia mulai “sadar” akan pentingnya persatuan. Kesadaran itu muncul atas kondisi, psikologi, dan harapan yang besar untuk bangsa ini. Kemudian berkumpullah pemuda dari Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dan lainnnya untuk merumuskan sebuah konsep Ideologis dengan nama SUMPAH PEMUDA. Mahbub Djunaidi, pengarang Novel “Dari Hari ke hari”, pernah mengungkapkan bahwa “Setolol-tololnya orang adalah mereka yang tak tahu apa itu sejarah dan sehina-hinanya orang adalah mereka yang memalsukan sejarah.” Mungkin saya sedikit “hina”, tetapi saya berusaha untuk tidak tolol seperti apa yang diungkapkan ole...

"kita"

kita adalah orang-orang yang sedang berjalan berjalan di dalam barisan yang rapi kamu di barisan terdepan , aku di tengah , dan adik-adik kita di belakang kita sedang berjalan untuk membangunkan kemalasan di pojok-pojok perkotaan kita berangkat dari kegelisahan kita bersama mulai dari ngelawak di warung kopi sampai bertengkar di forum diskusi di sunyi malam ini aku sampaikan kepada kalian bahwa perjalanan panjang kita akan segera di mulai kita akan menempuh terangnya siang dan pekatnya kegelapan malam dengan sebatang lilin ini kita akan menempuh gelapnya malam dan lilin inilah yang akan menjadi sumber penunjuk kita teman hari sudah hampir pagi lilin sudah habis terbakar dan mata ku mulai perih mari kita yakinkan hati kita bahwa perjalanan ini adalah perjalanan yang suci jogjakarta, 29 mei 2017 02:49 wib paii_bento

HIMAJI BE-LACAK

beberapa minggu yang lalu tepatnya pada tanggal 15-16 april 2017 himpunan mahasiswa jambi (himaji) uin su-ka yogyakarta melaksanan malam keakraban (makrab) dengan mengangkat tema HIMAJI BE-LACAK , ada apa di balik tema yang diangkat oleh himaji uin suka ini ? , setelah di telusuri ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan himaji uin su-ka mengangkat tema ini, yaitu dengan alasan bahwa saat ini lacak sendiri sedang buming-buming nya di kalangan kaum pemuda provinsi jambi dan juga himaji uin su-ka ingin memperkenalkan identitas budaya pemuda provinsi jambi di tanah jawa (yogyakarta), selain itu angota himaji uin su-ka juga lagi ngidam2nya sama lacak di karenakan tidak dapat memakai lacak secara langsung karena keterbatasan jaringan untuk ke provinsi jambi itu sendiri , setelah di rapatkan oleh semua jajaran yang ada di himaji maka di angkatlah tema makrabnya HIMAJI BE-LACAK guna untuk mengurangi rasa keinginan yang tak terbendung untuk memakai lacak. "angota himaji memang sengaj...